Monday, August 30, 2010

cerpen: Hati yang Salah

Hm… dari short FF-ku lagi. Maaf kalau ceritanya gaje.
Di tunggu komentarnya di sini hehehe…
-------------------------------------------------------------

Title: Hati yang Salah
Music: *pilih sendiri aja ya*


HATI YANG SALAH
Cinta itu… kenapa harus menyakitkan?
Aku perlahan membuka hati untuknya. Untuk seorang laki-laki yang lebih muda tiga tahun dariku. Laki-laki yang kuarasa tak akan bisa menjagaku, yang bagiku hanya menganggap cinta itu cuma permaianan. Tapi itu dulu. Jauh sebelum cinta itu mengikat hatiku.
“Kenapa harus kau, Arumi?” wanita empat puluh lima tahun itu memandangku penuh luka. Ruangan pribadi direstoran ini terasa mencekam. Sekali lagi ia menorehkan luka di hatiku. Luka yang tak bisa ku maafkan. Karena demi karirnya, dia meninggalkan aku dan ayah. Pergi begitu saja. aku tak akan pernah tahu dialah ibuku, jika ayah tak menyimpan fotonya dan bibi tidak tahu rahasia hubungan mereka.
Apa cintaku sebuah kesalahan?
Aku menggenggam tanganku kuat. Air mata sudah menggantung di pelupuk mataku. Rasanya perih itu makin dalam saat ingat hari itu. Hari di mana dia hadir si sebuah acara dan memperkenalkan anaknya.
Waktu itu dadaku terasa sesak. Aku terkunci ditempatku berdiri. Anaknya yang dia sembunyikan dari publik ada di layar kaca itu. Bukan, bukan aku. Tapi anaknya yang lain yang lebih beruntung karena diakuinya. Dia terlalu mencintai suaminya yang sekarang. Atau mungkin hartanya?
Perasaan ini datang tanpa ku pinta, bisakah aku mengakhirinya?
Aku mengajak laki-laki itu kemari. Mau bertemu empat mata di restoran ini. Memperjelas apa hubungannya dengan wanita yang kubenci itu, juga mengakhiri hubungan kami. Tapi ternyata, dia justru datang dan mengajak wanita tua itu ke sini. Bahkan dengan ceria mengenalklan aku sebagai kekasihnya.
‘Maksudmu…’ wanita itu memandangku tak percaya beberapa menit yang lalu. ‘Sudah berapa lama?’
‘Menjalani lima bulan,’ jawab lelaki imut itu.
Ia mengangguk lalu meminta anak kesayangannya itu mengambilkan barangnnya yang tertinggal di mobil. Aku tahu, dia bohong. Dia ingin bicara empat mata denganku.
Dan di sinilah aku. Menghadapinya yang semakin berang padaku.
Satu pesan masuk ke HPku.
Pengirim: Andre sayangku
‘Maaf.. tidak mengatakannya padamu. Aku sengaja mengajak mama. Aku ingin kau tahu kalau aku serius denganmu. Tenang saja… mama orangnya baik dan lembut, jadi jangan khawatir ^^ Love You ^^’
Air mataku makin tebal menggantung.
Kenapa aku jatuh cinta padamu?
“Kenapa harus kau?” ulang wanita di depanku. “Kau kakaknya kau tahu itu???” ucapnya dingin.
Air mataku jatuh. Untuk pertama kalinya aku menangis di depan wanita itu.
“Kenapa menangis? Kau menyesal?” ujernya tanpa ada rasa simpati sedikitpun. Ia tersenyum sinis.
“Aku memang menyesal,” isakku. “AKu menyesal karena kau ibuku!” kataku tajam. “Juga ibunya,” lirihku pedih.
Aku beridiri dan beranjak pergi. Keseka air mataku yang kembali jatuh. Andre yang sepertinya baru kembali dari parkiran melihat aneh padaku. Dia mendekatiku tapi aku menghidar.
“Arumi!” ia menarik tanganku. “Kenapa?” tanyanya cemas saat melihat mataku yang memerah.
“Kita putus,” ujerku terbata.
“Apa..?” ia menatapku tak percaya.
“Aku memintamu bertemu hari ini untuk menyampaikan itu, Ndre.” Dadaku sesak saat mengatakannya. “Maaf…”
“Kau bercanda kan?” ia menatap mataku.
“Maafkan aku…” Aku segera melepas genggamannya dan berlari sekuatku. Ia terpaku sesaat lantas mengejarku.
Aku masuk ke dalam taksi dan pergi. Tak peduli dengan dia yang berteriak dan memukul-mukul kaca dengan panik.
Sambil menangis aku mengambil HPku. Mematikannnya dan mengambil SIM cardnya. lantas mematahkannya. Mulai sekarang aku tak boleh berhubungan dengannya.
Tolong jangan ikat hatiku!! Karena aku mungkin tak akan sanggup memandangmu.

-END-

No comments:

Post a Comment