Update: 17 November 2009 jam 20:12
Theme Song: It's U by Super Junior
"It's U"
By Imah Hyun Ae
Aku begitu berantakan. Hatiku bagai serpihan gelas yang pecah. Bagai badai ditengah laut. Seperti karang yang dihempas ombak ganas. Sakit. Andaikan terlihat,aku yakin ia tak hanya terluka, tapi berbuih larva.
Kutatap daun-daun yang berguguran seperti musim gugur di kursi samping kampus. Ia layu dan beterbangan ke arahku. Membuatku terpaksa mengingat kejadian hari itu. Hari yang membuatku kelabu seketika.
***
Siang itu begitu terik. Di sudut kampus saat aku pulang kuliah. kudapati sosoknya sedang berbicara begitu akrab dengan seorang gadis. Gadis itu berambut lurus,hitam,panjang tergerai. Senyum lembutnya semakin menegaskan kecantiknya.
Aku mendekat ke arag mereka. Pura-pura membaca buku. Samar kudengar pembicaraan mereka.
"Sejak lama aku menyukaimu, Ana." ucap Egi saat itu.
Ana tampak terkejut.
"Maukah kau jadi kekasihku?"
Tak kudengar suara Ana. Penasaran aku menoleh ke arah mereka. Kulihat ekspresi bahagia Egi, juga sikap malu-malunya Ana.
Egi mengelus kepala Ana dengan lembut. Ana tampak tersipu. Mereka jadian...
Kuraba hatiku. Sakit. Aku... mulai detik itu harus mematikan perasaanku. Cinta ini tak boleh untuknya lagi!
***
Air mataku hampir jatuh. Kutegarkan hati agar tak telrihat begitu rapuh. Bersama angin yang bawa layu hatiku, aku kembali termangu.
Sebuah lagu terngiang di telingaku. Neorago (It's U) dari super junior, band Korea kesukaan sahabatku, Alan.
"Mengapa aku jatuh cinta padanya, Lan? " pertanyaan itu muncul seiring dengan banyak sebab aku bisa mencintai Egi. Cowok imut, tampan, dan memiliki senyum termanis yang baru pertama kali ini kulihat dimiliki oleh laki-laki. Perasaan itu tumbuh seiring dengan seringnya aku melihat senyumnya, sikapnya, cara bicaranya, gaya berjalannya, m,imik wajahnya, tatapan matanya, tawanya, akh...
"Mencintai karena alasan,maka kau akan kehilangan cinta itu seiring dnegan alasan itu menghilang." Alan mengatakan hal itu padaku ketika itu. "Jika kau terluka karena cinta,ingatlah, hanya sahabat yang mampu menguranginya."
Alan...kuharap kau ada di dekatku sekarang.
Alan... kau dimana?
Puk!
Seseorang menepuk pundakku. Aku menoleh dan menemukan senyum jahil terukir di wajahnya.
"Alan?! Dasar kau ini!!!”
"Hehe... Berduka lagi!" Dia duduk di sampingku. Aku tak menjawab dan seperti biasa dia tak memaksa. Tanpa berkata. Hanya duduk di sampingku, namun hal itu selalu berhasil menenangkanku.
Dia memberikan seulas senyum sambil mengeluarkan HPnya. Lagu It's U andalannya mengalun. Kusebut andalan karena setiap di dekatku lagu itulah yang dia putar. Dan dia pasti mengiringinya dengan suaranya yang lumayan.
"Dareunsaram pilyo obseo nan keunyang neorago. Dashi hanbon mullo bwado nan keunyang neorago. Imi noneun dareun saranghaet kkaetjiman. Nohl ehilsuga obseo dashi dolikilsu obseo oh~"
"Alan...”
”Ng?”
”Maaf...”
”Untuk Apa?”
”Maaf karena selalu datang padamu saat aku rapuh.”
Alan tersnyum. "Tidak apa-apa. Jika itu bisa mengurangi sedihmu, bahkan kalau aku harus jadi badut untuk membuatmu tersenyum lagi, akan kulakukan, hehehe....”
Senyumku mengembang. "Terima kasih..."
***
Waktu berlalu. Mengikis kenangan masa lalu. Tanpa sebab,aku mulai sering mencari-cari sosok Alan. Mulai berharap selalu bersamanya. Bersedia menunggunya. Selalu tersenyum kalau di dekatnya. Dan selalu merasa ada yang kurang kalau dia tak ada. Kusadari, kali ini hatiku berlabuh padanya.
Suatu hari di taman kampus Alan bilang, "Neorago yang kunyanyikan selama ini sebenarnya adalah perasaanku untukmu. Hanya kau. Aku tak bisa melupakanmu. Meski terlahir kembali,aku masih mencintaimu. Kuharap kau bilang kau mencintaiku juga, Rina.”
"Be..benarkah?"
"Hm-mm... Dulu aku pernah bilang padamu ’Mencintai karena alasan, maka kau akan kehilangan cinta itu seiring dengan alasan itu menghilang.’ Tapi aku tidak akan kehilangan cinta itu karena aku tak punya alasan mencintaimu."
Aku tersenyum. Sebuah kebahagiaan hadir di hidupku.
"Bisakah kau di sisiku selamanya?”
Aku mengangguk. Ia tersenyum girang. Sama bahagianya denganku. Kemudian dia bersenandung. Kali ini lagu cinta yang bahagia.
Apa kau tahu,aku ingin sekali kau mendengar pengakuanku. ”Alan...”
"Ng?" nyanyiannya terhenti. Ia menoleh k arahku. "Aku juga mencintaimu..."
Kembali alan tersenyum lembut.
"Selamanya..." sambungku sambil merangkul tangan kanannya. Ia mnggenggam jemariku dan meremasnya dengan lembut.
~The End~
comment ya ^^
No comments:
Post a Comment